Kemunculan aliran Neoklasik (Al-Muhafizun)


Munculnya aliran ini menandai dimulainya kesusastraan Arab dalam fase modernnya, hal ini disebabkan oleh berbagai pengaruh eksternal yang timbul dari interaksi dengan banyak budaya dan tradisi. Ini bukan hanya akibat langsung dari kolonialisme, tetapi juga Mesir. duta besar ilmu penelitian Mesir. Eropa. Namun, berbagai inovasi yang diajukan oleh para pengusung neoklasik belum sepenuhnya menghilangkan mereka dari koneksi tradisional pendahulunya, terutama pada uslub yang digunakan.

Di zaman modern ini, dengan berkembangnya puisi bahasa Arab, puisi bahasa Arab dapat dibedakan menjadi tiga aliran, walaupun waktunya tidak dapat ditentukan dengan jelas. Salah satunya Al-Muhafidzun Flow, yaitu aliran yang masih mempertahankan dan mempertahankan kaidah-kaidahnya. Misalnya penggunaan puisi arab sangat kuat: wazan (pola) dan qafiyah (rima) wajib, jumlah kata banyak, dan uslub kuat (seseorang mengekspresikan gaya atau caranya sendiri dalam menulis). tema suatu periode, seperti madah (pujian), rista (lamaran), ghazal (romantis), fakhr (kebanggaan atau kelompok), dan sutu qasidah (odes) berpindah dari satu tema ke tema lainnya. ). Penulis atau penyair yang termasuk dalam kategori ini antara lain mahmud sami al barudi, ahmad syauqi, hafidz Ibrahim dan ma'ruf ar-rusafi. Sejarah sastra Arab neoklasik modern. Jika neoklasik dalam budaya Barat berorientasi pada kebangkitan sastra Yunani dan Latin kuno, maka kaum neoklasik Arab berharap dapat menghidupkan kembali keindahan puisi-puisi Abbasiyah, seperti Abu Nuvas, Abu Tamar, Ibn Rumi, al-Mutanabbi, al-Buhturi.

Bangkitnya aliran neoklasik pada awalnya merupakan tanggapan atas kedatangan Napoleon di Mesir pada tahun 1798, menandai masuknya budaya Prancis ke dunia Arab. Gerakan yang diprakarsai oleh al-Barudi dan Syauqi ini disambut dan didukung oleh penulis Mesir lainnya seperti Hafiz Ibrahim, Ismail Sobri, Ali al-Rasasi dan Jamil Sidqi di Irak. Dan Basyarah al-Khauri di Lebanon. Genre ini tidak terlalu inovatif dalam teknik pengungkapan puisi.

Namun, melalui perannya sebagai al-Barudi, ia berhasil mengembalikan unsur subjektivitas puitis yang telah lama ditinggalkan dalam tradisi Arab. Al-Barudi mengembalikan gaya, bentuk, dan musikalitas Arab Golden Age. Jangan meniru atau menikmati romantisme para penyair masa lalu secara membabi buta. Namun bagi penyair kontemporer, langkah ini merupakan langkah kritis otomatis untuk mempertahankan tradisi dan peradaban bangsa Arab, yang lebih penting adalah mengembalikan kepercayaan penyair kontemporer, membuat mereka penuh percaya diri dan mengajukan karya-karya baru.

 

 

Daftar Pustaka Pretest 3 :

 

Diakses dari : https://media.neliti.com/media/publications/318920-historisitas-aliran-neo-klasik-dalam-kes-6d944720.pdf

Komentar

Postingan Populer