Perkembangan dan Faktor-faktor Kebangkitan Sastra masa Modern

 

1.      Sejak kapan disebut ERA MODERN dalam sastra Arab ?

Jawaban :

 

Orang Arab dikenal sering mengekspresikan kebiasaan mereka dengan menulis puisi. Tradisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk lingkungannya yang sangat membantu, tetapi juga karena bahasa aslinya juga puitis. Tak kalah pentingnya, mereka memiliki kepekaan 'athifah yang tinggi, yang sangat membantu dalam melahirkan ragam puisi dan karya sastra yang mengagumkan. Dalam perjalanan sejarahnya, sastra Arab tidak pernah muncul dalam bentuk yang sempurna. Namun, sastra Arab secara bertahap berkembang seiring dengan perkembangan inovasi pada setiap tahapan perkembangannya. Tahapan sejarah perkembangan sastra Arab terbagi menjadi periode Jariliya, periode Islam, Abbasiyah, Turki Ottoman dan periode modern.

Dalam setiap periode perkembangannya, sastra Arab mengalami inovasi yang membuatnya berbeda dengan periode lainnya. Apalagi dalam taraf modern, fakta membuktikan bahwa terdapat berbagai aliran sastra dalam sastra Arab, hal ini bukan hanya karena orang-orang mengkritik model sastra yang muncul sebelumnya, tetapi juga karena telah menyempurnakan genre lain yang muncul selama periode ini. Periode yang sama. Sekolah sastra Arab modern adalah al-Muhāfizūn (neo-klasisisme), ad-Diwān, Apollo dan romantisme. Simbolisme dan yang terakhir adalah Haditsah (modern).

 

Awal fase modern sejarah sastra Arab dimulai dengan pemerintahan Muhammad Ali di Mesir setelah kepergian Prancis. Prancis telah mencaplok negara piramida sejak tahun 1801, yang sering disebut sebagai periode kebangkitan kedua di Sastra Arab. Walaupun secara umum tujuan penulisan puisi saat ini masih sama dengan sebelumnya, namun masih berkaitan dengan pujian, penggugah semangat, kebanggaan, fabel dan ciri khas, namun sudah mulai menghilangkan belenggu metode puisi berikut ini. . Era Abbasiyah berlangsung selama 60 tahun. Sejak awal abad ke-20, tema-tema yang mengakar dalam sastra Arab yang disebutkan di atas berangsur-angsur dibuang, dan para penulis Arab mulai beralih ke tema-tema realistik yang berkaitan dengan kondisi saat ini seperti nasionalisme, humanisme, dan problematika. Dihadapkan pada hasil imperialisme, imperialisme telah mengubah puisi Arab menjadi bentuk yang sederhana dan bebas. Madrasah Diwān atau Diwān adalah salah satu sekolah yang muncul di zaman modern, yang patut mendapat perhatian dan sangat penting dalam sastra Arab modern (khususnya Mesir).

 

 

2.      Di Wilayah mana saja yang disebut titik awal perkembangan bahasa Arab

Jawaban :

 

Dinasti Abbasiyah (bahasa Arab: الخلافة العباسية, al-khilāfahal-'abbāsīyyah) atau Dinasti Abbasiyah (bahasa Arab: العباسيون, al-'abbāsīyyn) adalah ibu kota Irak kedua di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam. Perkembangan khalifah yang pesat menjadikan dunia Islam sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. Dalam sejarahnya, sastra Arab telah mengalami perubahan besar, terutama pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah dan masa modern. Perubahan tersebut muncul dalam bentuk bahasa Arabisasi (bahasa Arab yang menyerap kata-kata asing) yang pertama kali terjadi pada era Abbasiyah, dan lalu dilanjutkan ke Arab. Era modern setelah penghentian Abad Pertengahan.

 

3.      Di bawah kekuasaan siapa Mesir di sebelum masuknya Perancis? Brapa lama ia di bawah kuasa penjajah? Kapan ia merdeka?

Jawaban :

 

Mesir adalah negeri dengan peradaban kuno lebih dari 8.000 tahun. Dua puluh tahun setelah lahirnya Islam, agama yang didakwahkan Nabi Muhammad berkembang di Mesir bahkan menjadi pusat keilmuan umat Islam. Mesir telah menjadi negara yang sangat terkenal sejak sejarah dan peradaban manusianya. era Farisi. Sempat digantikan oleh perkembangan peradaban Yunani-Romawi, kemudian setelah Islam masuk di sana, Khulafa al Rashidin, Ban Umayyah, Ban Umayyah, Banu Abba Banu Al Abbas, Tulum, Ikhid, Fatimiya, Ayubi, Mamluk dan Usmaniyah memimpin beberapa simpul kekuasaan sampai Mesir dijajah oleh orang Eropa yaitu Perancis dan Inggris. Dari tahun 1798 hingga 1801, pendudukan Perancis berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. Salah satu jenderal Perancis, Napoleon Bonaparte, adalah salah satu orang yang memimpin ekspedisi untuk menduduki Mesir. Meskipun periode pendudukan relatif singkat, sebagian besar sarjana Barat masih mengklaim bahwa pendudukan memiliki banyak efek positif di Mesir, termasuk upaya modernisasi Mesir. Salah satu klaim mereka adalah bahwa Mesir modern tidak dapat dipahami tanpa Bonaparte (Dykstra, 1998). Setelah Napoleon keluar dari jabatannya, Mesir merdeka atau memutuskan siapa yang menjadi Pemimpin Mesir, yaitu dipimpin oleh Muhammad Ali Pasha pada tahun 1804 dan Muhammad Ali Pasya pada tahun 1804-1849. Langkah pertama yang perlu dia lakukan adalah menyingkirkan pemimpin yang menentang kebijakannya dengan memecat atau bahkan membunuhnya. Dia tidak hanya menyingkirkan para pemimpin yang menentangnya, tetapi dia juga memusnahkan Mamluk dan kemudian melenyapkan mereka.

 

 

4.      Ceritakan bagaimana Perancis bisa membina Mesir hingga bangkit dan menjadi modern?

Jawaban :

 

Interaksi antara dunia Arab dan Eropa modern secara luas menandai kebangkitan sastra Arab modern, ketika Napoleon menginjakkan kaki di tanah Arab pada tahun 1798M. Penyelidikan budaya dan politik Napoleon di Mesir memperkenalkan budaya Prancis dan ilmu pengetahuan Barat kepada orang Mesir, dan kemudian ke seluruh orang Arab (Sutiasumarfa, 2001: 99). Faktor lain yang menyebabkan kebangkitan sastra Arab modern adalah bahwa Napoleon membawa publikasi resmi pertama Mesir. Kemudian pada tahun 1799, media ini baru diperkenalkan pada tahun 1801. Pengaruh Prancis di Mesir, yaitu pengaruh politik, budaya, dan politik, mengharuskan orang untuk secara sadar dan bebas mengetahui cara menghadapi Barat, mengirim utusan, menerjemahkan, membimbing, dan bahkan berimigrasi ke Barat untuk belajar. Di sisi lain, para guru Barat juga dikirim untuk belajar di Mesir. 146 penulis, ilmuwan, dokter, filsuf, praktisi industri, dan dunia seni. Hadirkan kehidupan Eropa modern, membuat mesin cetak untuk menerbitkan buku dan majalah, membangun perpustakaan dan mengisinya dengan buku-buku yang diimpor dari Prancis, membangun laboratorium untuk eksperimen ilmiah, membangun panggung teater, dan membangun pabrik industri untuk berbagai keperluan. Perkembangan ini telah memicu hal yang sama di seluruh wilayah Arab, Periode sebelumnya merupakan periode ketika dunia Arab mengalami kemunduran dalam ilmu pengetahuan dan sastra. Akibat kontak dengan Barat, dunia timur diwakili oleh Lebanon dan Mesir. Lebanon banyak dikunjungi peneliti dan duta besar, begitu banyak sekolah yang dibuka. Barat dan Lebanon bercampur, terutama Italia dan Prancis. Putra putra Lebanon ini mengoleksi harta karun dari para sastrawan Arab sebagai simbol kebangkitan ranah sastra dan pemikiran di dunia Timur.

 

Daftar Pustaka Pretest 1 :

Diakses dari : https://roedijambi.wordpress.com/tag/sejarah-sastra-arab-modern/

Diakses dari : http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/2834

Diakses dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Kekhalifahan_Abbasiyah 

Diakses dari : https://mediaindonesia.com/humaniora/94254/1922-mesir-merdeka

Komentar

Postingan Populer