Tokoh Neoklasik & Karyanya


1          Al-Barudiy, Nama aslinya adalah Jarkasiy. Nama lengkapnya adalah Mahmud Sami Ibn Husni Al Barudiy. Dia adalah salah satu tokoh Revolusi Arab, seorang penyair terkenal di Mesir, dan pelopor dalam pembentukan neoklasik di dunia sastra Arab. Dia memiliki berbagai nama, termasuk (King of the Pen and Sword) dan (The King of Poets), dan (The King of Poets). Di sini, penulis mendefinisikan ketiga nama di atas sebagai julukan atau gelar yang diperoleh karena keahlian militer dan menulis serta kemahirannya dalam puisi. Ia sangat terkenal di semua medan pertempuran, karena strategi ofensifnya selalu bisa membawa pulang kemenangan. Setelah kembali ke Kairo, Mesir, ia memegang banyak posisi militer, dan kemudian diangkat oleh Taufiq Pasya untuk mengawasi urusan perang dan wakaf pada usia 26 tahun. Dia mengundurkan diri dari dua posisi, tetapi diangkat kembali sebagai kepala pengawas sebelum Revolusi Arab. Ia pun berhasil memadamkan api revolusi. Namun setelah revolusi, ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Sarandib (Seron, Sri Lanka) selama 17 tahun.

2)                Mahmud Sami al Barudi (1838-1904M) adalah pelopor dalam pendirian mazhab neoklasik sastra Arab (al muhafidin), khususnya dalam genre puisi yang populer di kalangan orang Arab. Ia adalah sumber inspirasi bagi tiga penyair besar, yaitu Ahmad Syauqi (1969-1932 M) dan Hafidz Ibrahim (1871-1932 M). Dan Khalil Mutran (1872-1949 M). Ketiga penyair di atas semuanya merupakan tokoh-tokoh yang mengikuti jalan yang ditempuh Albarudi dalam menulis warisan puisi klasik, dan tentunya memberikan komentar dan inovasi terutama pada isu-isu pada masanya. Inovasi komposisi mereka adalah mereka telah menggubah banyak tema puitis yang bersumber dari selera pribadi dan kelompok. Namun banyak kritik yang menyayangkan hal ini, karena banyak tema puisi yang tersusun dari permasalahan implementasi pada saat itu, dan karena tidak melibatkan emosi personal, puisi tampil sangat obyektif, yang telah menjadi kritik keras terhadap romantisme dan munculnya romantisme. Koran Diwan Central.

        Adapun point penting/alasan mengapa Mahmud Sami al-Barudi menjadi lambang dan pelopor mazhab baru kimia kalsium ini adalah sebagai berikut: Ia berhasil mengubah bahasa puisi Arab dari lemah menjadi kuat. Kedua, ia berhasil memasukkan unsur baru dalam puisi Arab, dan unsur ini telah ditinggalkan selama berabad-abad yaitu unsur subjektif dalam puisi. Upaya Barudi untuk mengembalikan gaya, bentuk, dan musikalitas puisi Arab di masa keemasan bukan berarti ia buta dan ikut serta dalam romantisme kejayaan para penyair masa lalu, tetapi itu untuk orang-orang sezamannya. Semacam menyalahkan diri sendiri. Tradisi dan peradaban bangsa Arab bahkan lebih, mengembalikan kepercayaan diri orang-orang sezamannya, membuat mereka penuh percaya diri dan menghadirkan karya-karya baru. Kemudian mereka dapat membandingkan diri mereka dengan penyair masa lalu yang hidup di zaman keemasan dan merefleksikan kebangkitan mereka setelah stagnasi dan stagnasi berkepanjangan. Begitu pula dengan Al ta’shil wa al izdihar, Dalam memerankan warisan puisi klasik, ia selalu berpegang pada jalan yang sama dengan Albarudi, dan tentunya juga memberikan komentar dan inovasi terutama terkait isu-isu pada masanya. Inovasi komposisi mereka adalah mereka telah menggubah banyak tema puitis yang bersumber dari selera pribadi dan kelompok.

 

Daftar Pustaka Pretest 4 :

Diakses dari : https://www.kompasiana.com/ukonpurkonudin/aliran-sastra-arab-neoklasik

Diakses dari : https://media.neliti.com/media/publications/318920-historisitas-aliran-neo-klasik-dalam-kes-6d944720.pdf


www.radenfatah.ac.id

Komentar

Postingan Populer