Najib Mafuz
Najib Mahfuz baru dapat menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1925. Masa kecil hingga remajanya digunakan belajar mengaji Al-Qur’an di sekolah-sekolah agama. Pendidikan sekolah lanjutannya tidak banyak berkaitan dengan pendidikan kesusastraan. Murid-murid di sekolah itu diarahkan kepada penguasaan bahasa dan kebudayaan Arab.
Walaupun demikian, ia memiliki kemampuan penguasaan bahasa Prancis dan Inggris, yaitu bahasa-bahasa karya fiksi yang dibacanya ketika masih sangat muda. Pada tingkat ini, ia hanya menulis dan menterjemahkan karya-karya tersebut kedalam bahasa Arab. Waalaupun ia mendapatkan materi kesusastraan klasik yang tidak imajinatif, baik materi maupun metode pengajaran, ia tetap berusaha menciptakan mengubah puisi serta cerita-cerita detektif yang sangat ia gemari. Ia tertarik menjadi pengarang setelah membaca king Solomon’s Mines, sebuah buku petualangan karya H. Rider Haggard.
Kemudian sampai ia lulus dengan Tesis tentang filsafat estetika di bawah bimbingan Syaikh Mustofa Abd ar-Raziq. Antara tahun 1939-1954 Najib Mahfuz bekerja di departemen Agama Mesir. Di samping aktif di Departemen agama dan menulis karya fiksi, ia juga menulis karyaa fiksi. Sebagai penerima banyaak penghargaan dari Universitas asing dan penghargaan tingkat nasional dalam beberapa dekade sebelum ia memperoleh penghargaan Nobel Sastra pada tanggal 13 oktober 1988 dari Akademi Swedia. Ia menjadi pengarang bahasa Arab pertama yang menerima hadiah itu.
Karya-karyanya ini menandai perubahan gaya bertutur Mahfuz dari romantisme menjadi realisme. Pada tahun 1956-1957, Mahfuz mulai menulis triloginya; Baina al-Qasrain, Qasr asy-Syauq, dan as-Sukriyyah.
Referensi
https://text-id.123dok.com/document/7q053vlxy-najib-mah-fuz-dan-karya-karyanya.html
#AYO KULIAH di UIN Raden Fatah
www.radenfatah.ac.id
Komentar
Posting Komentar